Kamis, 22 Maret 2012

Tepung Tulang Ikan Tuna

Tuna Bone Meal

Terbuat dari kepala ikan tuna, ikan surimi, ikan kecil lainnya, dengan proses ikan direbus dikeringkan dengan oven atau jemur matahari, digiling dengan saze 0 -11 mm, kadar air max 11 %,  kadar  protein min  35 % atau N 5,6 %, Kadar P2o5 min 6 %, sangat cocok jika digunakan untuk bahan pupuk organik, maupun campuran pakan pakan ternah yang mengutamakan Calcium tinggi.

Kami melayani dalam kemasan karung plastik tangpa inner isi 25 kg / bag atau sesuai dengan permintaan.
untuk harga kami layani via email atau SMS.

    
Jika anda membutuhkan kami bisa layani dengan rutin, silahkan inbox : aditia.laksana@gmail.com

" ANDA MINAT KAMI LAYANI "



Pish Meal:
Terbuat dari ikan Rucah, ikan sardinnela dan ikan kecil-kecil lainnya, dengan proses ikan direbus, dikeringkan dengan cara oven atau jemur matahari, digiling dengan sarangan 2-3 mm,
Menghasilkan tepung ikan dengan Kadar Air max 11 % Kadar Protein minimal 34 %, sangat cocok untuk campuran / tambanhan pakan ternak, seperti ayam, sapi, babi juga untuk tambahan/campuran pakan ikan.

Kami melayani dalam kemasan karung plastik baru warna putih tanpa inner, dengan isi kemasan 50 kg / bag. atau sesuai dengan permintaan, untuk harga kami bersaing sesuai dengan protein yang di butuhkan.
Produksi kami terbebas dari, unsur hewan, urea maupun kimia.


 " ANDA MINAT KAMI LAYANI "



Penyusunan Ransum Alternatif untuk Babi :
Sebagai hewan omnivora, babi dapat hidup dengan hampir semua jenis pakan termasuk dedaunan dan rumput2an. Namun mencerna serat kasar tidak sebaik ternak ruminansia. Walau murah peternak babi tidak bisa membiarkan ternaknya dikasi makan hijauan sebagai pakan utama babi. untuk mendapatkan pertuimbuhan yang oftimal peternak babi juga memberikan konsentrat atau pakan penguat. Pakan penguat sudah banyak diproduksi oleh pabrik pakan  dan dijual di toko2. Peternak yang menggunakan pakan jadi buatan pabrik tidak perlu repot2 meracik ransum, namun jika dengan meracik sendiri bisa menghemat biaya produksi, kenapa tidak dicoba ? dengan bahan-bahan yang banyak tersedia disekitar kita.
pada prinsipnya menyusun ransum hanya menyesuaikan kandungan nutrien dengan kebutuhan nutrien ternak.

Beberapa hal yang perlu diketahwi sebelum meracik ransum:
1, Kebutuhan Ternak akan Nutrien, yang berbeda-beda sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
2. Kandungan nutrien bahan yang akan dipakai harus diketahwi, dengan melakukan uji proksimat.
3. Umumnya babi memerlukan pakan dengan tingkat protein dan energi tinggi.

Beberapa bahan baku yang digunakan untuk ransum babi :
1. Jagung kuning, kacang-kacangan digunakan sebanyak 20-75 %
2. Dedak padi dibatasi penggunaanya sebanyak 20-60%
3. Bungkil kelapa kisaran 10-30 %
4. Bungkil kedelai kisaran 5-10%
5.Tepung Ikan/Pish Meal dianjunrkan 5-10 %
6, Garam dapur 0.5-1 %
7. Premiks 1 %
 Penyusunan macam-macam bahan tersebut diatas, untuk mencapai 100 % atau 100 kg.
 Semua bahan tersebut diatas sebelumnya dilakukan uji proksimat guna mengetahwi kandungan yang diperlukan oleh Ternak, dan dicari proasentase sesuai dengan kebutuhan akan pakan tersebut.

Kebutuhan Babi akan nutrein dipengaruhi oleh faktor umur, tingkat pertumbuhan, iklim dan kondisi kesehatan babi. Kebutuhan babi akan nutrein dibagi menjadi berapa masa, sesuai dengan masa pemeliharaan :
1. Masa prasapih umur 21-28 hari, pertumbuhan berat badan dari 5 ke 10 kg.
2. Masa starter pasca sapih  dari umur 28 hari, hingga siap digemukan atau bobot badan sekitar 23-25 kg.
3. Masa pertumbuhan sampai bobot mencapai 55-60 kg.
4. Masa penggemukan sampai mencapai bobot 90-100 kg.

Kebutuhan akan protein dan energi babi untuk berbagai masa pemeliharaan :
1. Prasapih : berat 5-10 kg, umur kisaran 21-40 hr, kebutuhan protein : 20-22 %, energi 3135-2420.
2. Pascasapih : berat 10-25 kg, umur kisaran 40-70 hr, kebutuhan protein 18-19 %, energi 3135-3420
3. Pertumbuhan : berat 25-60 kg, umur kisaran 70-130 hr, kebutuhan protein 15-17 %, energi 2850-3230
4. Penggemukan: berat 60-100 kg umur kisaran 130-180 hr, kebutuhan protein 13-15 %, energi 2850-3230.
    ( Jangan lupa kandungan nutrein pada pakan dilakukan dengan uji proksimat....

Selamat mencoba.... semoga sukses.......

( dikutif dari berbagai sumber )



Panduan Membuat Pakan Ikan Alternatif;

Untuk menekan biaya produksi berikut teknik pembuatan pelet ikan

Pelet adalah sekumpulan bahan tertentu yang dihaluskan kemudian dipadatkan dicetak menurut ukuran tertentu. Keuntungan pelet meningkatkan konsumsi dan efesiensi pakan dibanding dengan pakan alami.

Bahan bahan yang bisa digunakan untuk membuat pelet:
Bahan yang berprotein

Bahan yang mudah didapat didaerah masing masing pembaca misalnya

1. Tepung ikan/Pish Meal .
Tepung ikan ini biasanya digunakan minimal  20% - 30%. Jenis ikan sangat menentukan berapa banyak tepung ikan yang digunakan . Ikan karnivora membutuhkan lebih banyak tepung ikan dibanding ikan herbivora.
2. Tepung kepala udang. Didapat dari perusahaan pengolahan udang, cara membuat dikeringkan sampai kering kemudian dihaluskan .Protein tepung kepala udang 25% - 35%. Penggunaannya sama dengan tepung ikan.
3. Tepung tulang
4. Tepung jeroan ayam sapi atau sejenisnya.
5. Semua bahan digunakan sesuai kebutuhan protein pelet yang diinginkan.

Bahan yang mengandung pati (untuk perekat)

1. Tepung gaplek/singkon, dihaluskan hingga menjadi tepung. Pemakainya        hanya 10% - 20%.
2. Tepung onggok adalah limbah dari pembuatan tapioka, pemakaiannya 10% - 30%
3. Tepung tapioka Pemakaiannya 10% - 20%.
4. Tepung jagung Jagung pipilan kemudian ditepung halus. pemakaiannya  10% - 20%.
5. Tepung polar katulnya gandum selain untuk gelatinasi tepung ini mempunyai kandungan protein 13% - 15%. Pemakaiannya 20% - 30%.

Bahan lainya

1. Dedak halus mempunyai kandungan protein 11% - 13%. Pemakaiannya maksimal 30%.
2. Bungkil kedelai mempunyai kandungan protein cukup tinggi 45% - 54%. Pemakaiannya 20% - 40%.
3. Bungkil kelapa mempunyai kandungan protein 15% - 17%.
4. minyak ikan Pemakaiannya max 10% apabila melebihi akan mengganggu proses gelatinasi.
5. Mineral dan vitamin mineral yang dipakai yaitu nacl atau garam dapur. Pemakaiannya 1% -2% . Calsium karbonat atau kapur Pemakaiannya 1% - 3%. Vitamin yang dipakai yaitu vitamin B komplek dan vitamin .

Alat alat yang digunakan
1. Mesin penepung mempunyai fungsi untuk menghaluskan bahan bahan yang akan digunakan
2. Mesin pengaduk atau mixer mempunayi fungsi untuk mengaduk semua bahan yang akan digunakan.
3. Mesin ekstruder atau pencetak pelet berfungsi untuk mencetak pelet sesuai dengan yang dikehendaki biasanya mulai dari ukuran 2mm,3mm,5mm - 10mm.

Cara pembuatannya

Cara konvensional
Buat lem yang dibuat dari tepung tapioka 10% dari total bahan yang akan dibuat. Semua bahan yang telah halus ditimbang kemudian dituang kemesin aduk atau mixer, kemudian dicampur dengan adonan lem disini penulis tidak menguraikan secara rinci bahan bahannya karena dalam prakteknya sangat disesuaikan dengan pelet yang akan dibuat. Bahan yang telah kenyal tersebut di tuang kemesin cetak untuk dicetak dengan ukuran sesuai keinginan, mesin cetak yang penulis coba adalah mesin giling daging. bentuknya silinder dengan panjang 1cm dan diameter 3mm. Setalah dicetak pelet masih lembek masih harus dikeringkan dijemur oleh matahari selama 2 hari. Namun pelet yang dibuat seperti ini tidak bisa menjadi pelet apung.

Cara dengan ekstruder sistem kering

Bahan bahan ditimbang sesuai dengan komposisi pelet yang akan dibuat (tegantung pelet yang dibuat untuk ikan jenis karnivora atau herbivora atau yang lainnya).kemudian bahan dituang ke mesin aduk atau mixer,perlu penambahan cairan dan minyak ikan sesuai keinginan.Setelah dimixer selama 10 menit dan adukan benar benar rata( adukan tidak menjadi adonan seperti cara konvesional). Kemudian adukan dicetak dengan mesin ekstruder sistem kering seperti yang ada dipabrik penulis .pelet yang keluar dari mesin ekstruder ini langsung kering hanya perlu diangin - angin kan dengan kipas angin setelah itu pelet siap dipacking dan dipasarkan.

dikutif dari berbagai sumber.... selamat mencoba....  semoga sukses ..........


Pedoman membuat pakan alternatif untuk ayam petelur.

Untuk ayam petelur sudah banyak tersedia pakan jadi dari pabrik, peternak tidak usah repot lagi meracik  bila dapat mengurangi biaya produksi kenapa mencampur ransum sendiri tidak dicoba ?

Bahan baku / bahan dasar yang paling mahal dari ransum tsb iaitu : pish meal/tepung ikan, sedangkan bahan pendukung lainnya banyak didapat di daerah peternak masing2. pada intinya menyusun ransum adalah menyesuaikan kandungan nutrien pakan terpilih dengan menyesuaikan kebutuhan nutrein ternak.

Ada beberapa hal yang perlu diketahwi ketika menyusun ransum :
1. Kebutuhan ternak akan nutrein, masing2 ternak berbeda beda
2. Kandungan bahan baku yang diracik harus diketahwi, dengan uji / analisis proksimat.
3. Ayam ras petelur biasanya membutuhkan pakan dengan tingkat protein dan energi metabolisme tinggi.

Bahan Baku yang diperlukan:
1. Jagung kuning / dedak, penggunaannya sekitar 40-50% ( dimasa awal dan dimasa akhir 40-45% )
2. Bungkil/kacang-kacangan dibatasi hingga 40 % ( dimasa awal dan akhir 35 % )
3. Tepung ikan dianjurkan sekitar 5-10 % ( masa awal dan akhir 5-8 % )

Penggunaan ransum disesuaikan dengan kandungan masing2 bahan baku, untuk menghasilkan kebutuhan akan nutrein di setiap umur ayam.

Kebutuhan Energi termetabolisme dan protein :
1. Masa pemeliharaan Awal  umur 0-6 mg, energi 2.700-3.000, protein 18-22 %
2. Masa Pertumbuhan umur 7-18 mg, energi 2.600-2.900, protein 14-16 %
3. Masa bertelur 19 mg - afkir , energi 2.650-2950, protein 18-19 %

selamat mencoba.... semoga sukses...
dikutip dari berbagai sumber....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar